Lembaga Penelitian
Dibuat: 2009-06-02 , dengan 1 file(s).
Keywords: ISOLASI CAIR, MINYAK MINERAL
Subject: MINYAK SAWIT
Call Number: 664.3 Ket u c.1
Kesimpulan
1. Nilai resistifitas minyak CPO dengan FPO berbeda. Nilai resistifitas FPO selalu
lebih besar dibandingkan dengan CPO untuk semua tingkatan pemanasan.
2. Proses pembilasan (flushing) dapat digunakan sebagai salah satu proses untuk
memperbaiki nilai resistifitas minyak sawit mentah (CPO).
3. Temperatur pemanasan mempengaruhi nilai resistifitas CPO dan FPO. Kenaikan
resistifitas terjadi dari temperatur terendah 25°C sampai temperatur sekitar
1 00°C, kemudian menurun untuk temperatur di atas 100°C sampai 250°C.
4. Proses pemanasan boleh digunakan untuk memperbaiki nilai resistifitas minyak
sawit,.tetapi dengan temperatur terbatas maksimum 100°C dan tentu dengan lama
pemanasan yang terbatas jugsap
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
sumber : http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2009-gamalielke-1678 |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar